Kepala BPK dan Kepala Bidang Kegiatan Mahasiswa Luar Kampus Dorong Penguatan MBKM Internasional melalui Diseminasi Magang Jepang

Jakarta — Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Nasional menyelenggarakan Diseminasi Hasil Magang MBKM di Jepang dan Pelatihan Kaizen dalam Budaya Akademik dan Industri, Selasa (3/2/2026) pukul 09.00 – 15.30 WIB di Aula Blok A Lantai 4, Universitas Nasional, sebagai upaya penguatan pembelajaran internasional yang konstruktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Kepala Badan Pengembangan Kurikulum (BPK), Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. dan Kepala Bidang Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus, Mira Adita Widianti, S.I.Kom., M.I.Kom. mengingat perannya yang strategis dalam penjaminan mutu, konversi pembelajaran, dan rekognisi internasional.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Keuangan dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan magang internasional ini merupakan praktik baik (good practice) yang sangat konstruktif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Magang MBKM di Jepang tidak hanya memberikan knowledge dan skill, tetapi juga pengalaman budaya kerja internasional yang penting untuk membentuk karakter dan kapasitas mahasiswa sebagai generasi global. Prof. Erna menegaskan bahwa keberhasilan mengirim mahasiswa ke Jepang memerlukan persiapan panjang, jejaring internasional, serta sinergi pimpinan fakultas dan program studi. “Kombinasi antara motivasi mahasiswa, kesiapan institusi, dan international network ini sangat konstruktif untuk pembelajaran dan dapat dikonversi hingga 20 SKS, bukan sekadar konversi administratif, tetapi peningkatan kompetensi dan kapasitas nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan MBKM internasional ini diharapkan terus dikawal oleh BPK, didukung dengan kelengkapan dokumen, serta dilaporkan sebagai kegiatan pembelajaran internasional non-degree. Hal ini penting karena Universitas Nasional telah memperoleh sertifikat dari Dikti terkait pelaporan pembelajaran internasional, baik degree maupun non-degree. Nilai rekognisi eksternal tersebut menjadi poin penting bagi program studi dan universitas dalam mendukung akreditasi. Prof. Erna juga menyoroti tantangan global berdasarkan data UNDP, di mana sektor formal semakin menyempit, sehingga peluang dan tantangan internasional harus direspons secara proaktif. “Jika ada peluang ke internasional, mengapa tidak? Kita mulai dari Jepang dan lanjutkan ke negara lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Kurikulum, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. menjelaskan bahwa kegiatan kali ini menampilkan pemaparan hasil Magang MBKM di Jepang dan pelatihan Kaizen yang relevan dengan kebijakan akademik terkini. Mulai tahun akademik 2025/2026, Universitas Nasional telah menerapkan Outcome Based Education (OBE), sehingga pengakuan SKS berbasis pada kesesuaian kegiatan dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Mahasiswa dapat memilih Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sesuai dengan program studinya, melakukan pemetaan CPMK, serta berkonsultasi dengan Ketua Program Studi agar kegiatan magang dapat diakui secara optimal. Jepang sendiri, menurutnya, memiliki banyak peluang kegiatan nonformal yang dapat dikonversi sebagai pembelajaran MBKM.

Dukungan pimpinan fakultas juga disampaikan oleh Wakil Dekan FTS, Basori, S.T., M.T., Ph.D. yang memberikan apresiasi dan motivasi kepada mahasiswa peserta magang Jepang. Ia menekankan bahwa mahasiswa dibekali langsung dengan budaya industri Jepang, mulai dari etos kerja, disiplin waktu, mekanisme kerja, hingga penerapan Kaizen di perusahaan. Pada Gelombang I tahun 2024, sebanyak 14 mahasiswa diberangkatkan, dengan 7 mahasiswa telah kembali dan 7 mahasiswa masih menjalani magang di Jepang. Untuk keberangkatan tahun 2026 direncanakan 9 mahasiswa. “Manfaat magang ini sangat nyata karena mahasiswa mendapatkan ilmu praktis dan aplikasi teori secara langsung di dunia industri,” ujarnya.

Dalam sesi diseminasi yang dimoderatori oleh Agung Iswadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. (lulusan Doktoral dari Heriot-Watt University, United Kingdom), para mahasiswa yang terdiri atas Nadira Padhilah Putri, Andini Putri Ayu, Irfan Marwansyah, Taqwa Shafrizal Adha Asnizar (Mahasiswa Teknik Elektro) dan M. Rio Nur Alpifajrin (Mahasiswa Teknik Mesin) memaparkan pengalaman mereka selama magang, mulai dari pekerjaan di industri otomotif, penerapan kerja tim lintas negara, budaya disiplin dan ketepatan waktu, hingga tantangan adaptasi budaya dan cuaca.

Mahasiswa juga memperoleh peningkatan kemampuan bahasa Jepang, khususnya listening dan speaking, serta pemahaman mendalam tentang manajemen waktu dan etos kerja. Diseminasi ini juga dihadiri PIC MBKM Endang Retno Nugroho, S. Si., M. Si, Kaprodi, Dosen, Karyawan khususnya para mahasiswa Program Studi Teknik Fisika, Fisika, Teknik Elektro dan Teknik Mesin di lingkungan Fakultas Teknik dan Sains.

Sebagai penutup, Kepala Bidang Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus, Mira Adita Widianti menyampaikan bahwa BPK bersama program studi berperan aktif dalam menunjuk dosen pembimbing lapangan serta memastikan proses konversi SKS berjalan sesuai ketentuan melalui aplikasi MBKM Universitas Nasional.

Melalui kegiatan ini, Universitas Nasional menegaskan komitmennya untuk memperkuat MBKM internasional sebagai bagian dari transformasi pembelajaran, peningkatan daya saing lulusan, serta penguatan rekognisi nasional dan internasional.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *