
Jakarta – Suasana Ruang Meeting Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) Universitas Nasional (UNAS) berlangsung hangat namun penuh keseriusan. Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Februari 2026 pukul 10.00 – 16.00 WIB di Ruang Meeting BPK Unas menjadi agenda tahunan resmi digelar, sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola akademik.
Audit kali ini dipimpin oleh Ir. Endah Tri Esti Handayani, MMSI. selaku Lead Auditor, didampingi Anjania Ramadhani, S.Hum. sebagai Anggota Auditor. Dari pihak auditee, hadir Kepala BPK Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom., didampingi Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) BPK Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.

Pada AMI berbasis risiko BPK UNAS meraih nilai 85, sebuah capaian yang mencerminkan tata kelola yang baik, sistem yang berjalan efektif, serta komitmen kuat terhadap peningkatan mutu berkelanjutan.
Komitmen dan Kolaborasi
Dalam sambutannya, Dr. Heni Jusuf menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim auditor.
“Selamat datang di BPK UNAS. Semoga kegiatan audit hari ini dapat berjalan lancar.”
Ia menegaskan bahwa AMI bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat sistem yang telah dibangun.

Lead Auditor, Ir. Endah Tri Esti Handayani, menjelaskan bahwa audit dilakukan berbasis risiko. Tidak semua aspek diperiksa secara detail, melainkan difokuskan pada poin-poin strategis yang memiliki potensi risiko. Tujuannya adalah memastikan setiap kebijakan telah memiliki langkah mitigasi yang jelas dan terdokumentasi.
Pendekatan ini memperlihatkan kedewasaan sistem penjaminan mutu di UNAS tidak hanya memeriksa kepatuhan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan perbaikan berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum OBE dan Penguatan RPS
Sejak 2022, UNAS telah menggencarkan implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan pada 2025 pelaksanaannya semakin matang. Mayoritas program studi telah terakreditasi dan menyusun laporan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara sistematis.

BPK secara aktif memberikan:
-
Pendampingan penyusunan dokumen kurikulum berbasis OBE
-
Pelatihan intensif penyusunan RPS
-
Pendampingan input nilai berdasarkan Sub CPMK
-
Workshop berbagai metode pembelajaran inovatif
Inovasi BPK juga terlihat dari pengembangan Aplikasi Kurikulum, RPS, dan Penilaian yang bekerja sama dengan BPTSI. Melalui sistem ini, dosen dapat menginput dan merevisi RPS setiap semester, sehingga rapat koordinasi lebih fokus pada evaluasi dan penyempurnaan, bukan lagi penyusunan dari awal.
Kurikulum terbaru diimplementasikan pada tahun 2025 dan direncanakan direvisi pada 2029. Pembaruan Profil Lulusan dan CPL bahkan telah mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dalam rumusan capaian pembelajaran.
Audit juga mencatat bukti sahih dipenuhinya lima prinsip penilaian pembelajaran:
-
Edukatif
-
Otentik
-
Objektif
-
Akuntabel
-
Transparan
Hal ini menjadi indikator kuat bahwa sistem evaluasi pembelajaran di UNAS telah berjalan sesuai standar nasional.
Dinamika MBKM dan Respons Adaptif

Dalam diskusi audit, turut dibahas dinamika implementasi MBKM yang menyesuaikan regulasi terbaru. Tantangan utama terletak pada ketentuan minimal 10 SKS untuk pengakuan MBKM di PDDIKTI.
Meski peserta MBKM di UNAS cukup banyak, pengakuan di sistem Dikti lebih sedikit karena beberapa program hanya mengalokasikan 1–2 SKS. Namun demikian, UNAS menunjukkan sikap adaptif dan terus menyelaraskan kebijakan internal agar sesuai regulasi.
Kepala Bidang Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus (MBKM), Mira Adita Widianti, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong optimalisasi pelaksanaan MBKM agar manfaatnya semakin dirasakan mahasiswa.
Wawancara Dosen dan Mahasiswa
Sebagai bagian dari audit lapangan, auditor mewawancarai dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.

Mahasiswa yang diwawancarai:
-
Ragil Ryadi (Prodi Pariwisata)
-
Naila Malisya Putri (Prodi Ilmu Komunikasi)
-
Zahwa Murlian Putri (Prodi Manajemen)

Mereka menyampaikan pemahaman mengenai sosialisasi dan manfaat MBKM yang telah dilaksanakan.

Sementara itu, dosen yang diwawancarai:
-
Gagih Pradini, S.Par., M.M. (Prodi Pariwisata)
-
Kurnia Rachmawati, S.S., M.A. (Prodi Sastra Indonesia)
-
Dwi Pharahdilla Rizon, S.Sos., M.I.Kom. (Prodi Ilmu Komunikasi)

Para dosen memberikan apresiasi terhadap pelayanan BPK dalam pendampingan kurikulum, RPS, serta berbagai workshop pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara BPK dan program studi.
Menuju Tata Kelola yang Lebih Unggul

Dengan capaian nilai 85, AMI tahun ini menegaskan bahwa BPK UNAS telah berada pada jalur yang tepat dalam penguatan tata kelola kurikulum dan sistem penjaminan mutu.
Kolaborasi antara pimpinan, auditor, dosen, mahasiswa, serta unit penjaminan mutu menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya mutu di lingkungan UNAS.
Ke depan, BPK berkomitmen untuk terus meningkatkan dokumentasi, memperkuat implementasi MBKM, serta memastikan setiap inovasi kurikulum memberikan dampak nyata bagi kualitas lulusan dan daya saing Universitas Nasional di tingkat nasional maupun global.