Kepala BPK Unas sebagai Asesor Internal pada Simulasi Internal Reakreditasi Sarjana Teknik Fisika UNAS: Perkuat Kolaborasi Menuju Akreditasi Unggul

BPM Universitas Nasional (UNAS) kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan budaya mutu melalui penyelenggaraan Simulasi Internal Reakreditasi Program Studi Sarjana Teknik Fisika yang dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Februari 2026 pukul 09.00–15.00 WIB di Ruang Seminar, Selasar Lantai 3 Universitas Nasional.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPK) UNAS, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. sebagai Asesor Internal, yang memberikan arahan strategis dan evaluasi komprehensif terhadap kesiapan dokumen serta substansi akreditasi. Acara ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Teknik Fisika, Kepala Laboratorium Teknik Fisika, Para Dosen Teknik Fisika, Ketua dan Anggota UPM, Dekan, Wakil Dekan, Para Dosen dan Tenaga Kependidikan dari Fakultas Teknik dan Sains, serta Kepala Badan/Biro/UPT/Kantor/Lembaga di lingkungan Universitas Nasional. Kehadiran unsur pimpinan dan unit pendukung tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas unit dalam mendukung target akreditasi unggul pada Program Studi Teknik Fisika.

Komitmen Pimpinan: Budaya Mutu yang Konsisten

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNAS, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menegaskan bahwa simulasi internal merupakan kebiasaan baik yang telah lama dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari penguatan budaya mutu.

Beliau menyampaikan bahwa target akreditasi unggul bukanlah sekadar capaian administratif, melainkan wujud penguatan kualitas institusi dan lulusan. Dengan dinamika kebijakan Kementerian dan intensitas monitoring dari LAM serta BAN-PT, seluruh unsur pimpinan, fakultas, dan program studi perlu memastikan konsistensi narasi dan data dalam laporan. “Akreditasi adalah kerja kolaborasi,” tegasnya. Penyampaian saat asesmen lapangan harus konsisten dengan memastikan keselarasan antara laporan, data dukung, dan pemahaman seluruh tim.

Beberapa penekanan penting antara lain:

  • Konsistensi antara standar dan dokumen.

  • LED harus sepenuhnya berbasis data sahih.

  • Penguatan laboratorium sebagai komponen utama pembelajaran.

  • Kolaborasi aktif dengan DUDIKA untuk menjamin kesiapan lulusan di dunia kerja.

Evaluasi Kesiapan Prodi Teknik Fisika dan Fakultas Teknik dan Sains

Dekan Fakultas Teknik dan Sains, Ruliyanto, S.T., M.T., Ph.D., dalam review singkatnya menyampaikan bahwa target unggul tetap menjadi komitmen fakultas. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya laboratorium, publikasi internasional bereputasi dan  penelitian unggulan dan kerja sama internasional.

Arahan Strategis Asesor Internal

Sebagai Asesor Internal, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. memberikan panduan teknis yang sangat detail terhadap penyusunan LKPS dan LED. Beliau menegaskan bahwa tim penyusun harus dibentuk secara formal melalui SK dengan job description yang jelas, melibatkan unsur internal dan eksternal seperti alumni, pengguna lulusan, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

Beberapa poin strategis yang ditekankan antara lain:

  1. Rangkuman Eksekutif menjelaskan urgensi pengajuan perpanjangan akreditasi, capaian tujuh kriteria, serta diferensiasi misi.

  2. Pendahuluan memuat rasional berbasis perkembangan teknologi, termasuk tantangan Artificial Intelligence dan nanoteknologi dalam konteks Teknik Fisika.

  3. Analisis Lingkungan Makro dan Mikro berbasis regulasi terkini, kebijakan Pemerintah, serta analisis pesaing nasional.

  4. VMTS yang diturunkan secara linear dari Universitas – UPPS – Program Studi, lengkap dengan IKU dan IKT.

  5. Seluruh aspek keuangan, penelitian, dan PkM harus memenuhi standar minimal pendanaan serta didukung bukti sahih.

  6. Integrasi penelitian dan PkM dalam pembelajaran minimal 10% berdampak.

  7. Penjaminan mutu konsisten mengikuti siklus PPEPP.

Beliau juga menekankan pentingnya kehadiran laboran kompeten bersertifikasi, penguatan publikasi internasional, peningkatan kerja sama penelitian, serta pelaksanaan tracer study yang terdokumentasi dengan baik.

Dukungan Penuh dan Target Waktu

BPM UNAS yang diwakili oleh Mia Handini, S.T., MMSI. Kepala Bidang Implementasi SPME. menyampaikan bahwa pendampingan akan dilakukan secara intensif. Simulasi kedua dijadwalkan pada akhir Maret, dengan target submit pada awal Mei dan kemungkinan asesmen lapangan pada Juli 2026.

Simulasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat dokumen, memperbaiki narasi, dan memastikan seluruh tim memahami substansi akreditasi secara mendalam. Lebih dari sekadar proses administratif, akreditasi ini merupakan kesempatan bagi Program Studi Sarjana Teknik Fisika UNAS untuk melaporkan capaian kinerja secara komprehensif, memperkuat tata pamong, serta memastikan mutu lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di dunia kerja. Dengan komitmen, kolaborasi, dan keseriusan seluruh pihak, target Akreditasi Unggul bukan hanya cita-cita, melainkan langkah strategis menuju penguatan institusi yang berkelanjutan.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *