
Jakarta – Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) BPK Universitas Nasional (Unas), Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si., menjadi Anggota Auditor dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) berbasis risiko Program Studi Magister (S2) Administrasi Publik Universitas Nasional. Kegiatan audit lapangan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 09.00–15.00 WIB di Ruang Meeting 509, Menara Unas. Audit ini dipimpin oleh Lead Auditor Dr. Lisa Trina Arlym, S.ST., M.Keb. Kegiatan dihadiri oleh Kaprodi, Sekprodi, Dekan, Wakil Dekan, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan Prodi S2 Administrasi Publik, serta observer dari STIE Pengembangan Bisnis dan Manajemen Jakarta.

Dalam pengantarnya, Lead Auditor menyampaikan bahwa tim auditor ditugaskan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) untuk melaksanakan audit lapangan guna menilai implementasi standar yang telah ditetapkan. AMI kali ini berfokus pada manajemen risiko, di mana setiap temuan akan dianalisis berdasarkan level risiko serta dirumuskan langkah mitigasinya agar risiko dapat diminimalkan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik, Dr. Zulmasyhur, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Tim Audit menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan dan perubahan mutu pendidikan di lingkungan program studi.

Berdasarkan hasil evaluasi diri dan audit lapangan, sejumlah aspek strategis menjadi perhatian dalam AMI berbasis risiko ini, di antaranya capaian akreditasi program studi, kriteria penerimaan mahasiswa baru, peningkatan animo pendaftar, jumlah mahasiswa asing, kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan, proses pembelajaran, publikasi ilmiah mahasiswa, dan analisis capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Wawancara Dosen: Penguatan Tridarma dan Implementasi Kurikulum OBE
Dalam wawancara dengan dosen, Dr. Ahmad Muksin, M.Si. dan Dr. Syaipudin, M.Si., terungkap komitmen kuat sivitas akademika dalam mempertahankan akreditasi unggul melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terus berjalan secara konsisten.

Dalam aspek promosi, peluang kolaborasi strategis lintas unit agar dilanjutkan untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya saing program studi. Para dosen juga menyoroti pentingnya penguatan pemahaman terhadap Kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Peningkatan sosialisasi dan standarisasi implementasi OBE memberikan dampak positif berupa keselarasan antara capaian pembelajaran, metode pengajaran, serta profil lulusan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Wawancara Mahasiswa: Dorong Transformasi Layanan Akademik
Sementara itu, wawancara dengan mahasiswa S2 Administrasi Publik yaitu Diba Latifa Hasmy, Sukasno, dan Bayu Triatmaja memberikan perspektif langsung dari pengguna layanan akademik. Mahasiswa menilai proses pembelajaran berjalan baik, dengan metode diskusi yang interaktif dan penyampaian materi yang mudah dipahami. Hal ini menunjukkan kualitas pengajaran dosen telah memberikan pengalaman belajar yang positif.

Mahasiswa juga menyampaikan sejumlah masukan konstruktif, khususnya terkait pengayaan materi pada Learning Management System (LMS). Penguatan konten digital dan penyediaan materi pendukung secara lebih lengkap di LMS akan berdampak pada peningkatan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran mandiri mahasiswa.

Dalam proses bimbingan tesis, mahasiswa menggunakan Aplikasi APPSTA dimana transformasi digital pada layanan akademik ini dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan monitoring progres studi.

Dari sisi fasilitas, mahasiswa mengapresiasi kondisi ruang kelas yang sudah baik serta pelaksanaan survei kepuasan sebagai bentuk perhatian terhadap umpan balik mahasiswa. Optimalisasi pemanfaatan perpustakaan dan sumber jurnal ilmiah juga menjadi peluang strategis untuk memperkuat budaya literasi dan kualitas penelitian mahasiswa.
Dampak Positif bagi Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Melalui AMI berbasis risiko, Program Studi S2 Administrasi Publik Universitas Nasional semakin mempertegas komitmennya untuk menjaga akreditasi unggul, meningkatkan kualitas lulusan, serta membangun budaya mutu yang adaptif dan responsif terhadap tantangan pendidikan tinggi masa kini.
(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)