Badan Pengembangan Kurikulum Gelar Rapat Koordinasi bersama BSDM, BPSI dan BPTSI untuk Optimalisasi LMS bagi Dosen Universitas Nasional

Jakarta, 10 Juni 2026 – Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) menggelar rapat koordinasi bersama SDM, BPST, dan BPTSI pada Rabu (10/6) di Ruang Rapat Bersama. Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut membahas strategi optimalisasi Learning Management System (LMS) bagi dosen melalui pelatihan berkelanjutan.

 

Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Pedagogik Dosen, Febria Anita, S.Si., M.Sc. menyampaikan bahwa materi perkuliahan tetap akan ditempatkan pada web kuliah Unas. Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Kurikulum, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. menjelaskan bahwa Universitas Nasional telah memiliki web kuliah yang terintegrasi dengan SPADA. Ke depan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unas, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M. Si. akan menetapkan dua dosen dari setiap program studi untuk memanfaatkan SPADA sebagai media pembelajaran.

 

Dari sisi infrastruktur, Kepala Badan Pengelola Sistem Informasi, Winarsih, S.Si, MMSI. menjelaskan bahwa BPSI bertugas menyiapkan web kuliah beserta dukungan jaringan internet. Selain itu, BPSI juga akan memfasilitasi implementasi SPADA bagi dosen program studi dengan Kepala Bidang System & Networking, Ferdi Anwar, A.Md. sebagai penanggung jawab teknis (PIC).

 

Dr. Heni menambahkan bahwa web kuliah UNAS dan SPADA memiliki fungsi yang serupa, namun SPADA memiliki keunggulan karena dapat diakses secara terbuka oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui platform tersebut, mahasiswa yang menyelesaikan perkuliahan akan memperoleh transkrip yang dapat dikonversi ke kampus asalnya. Pemanfaatan SPADA juga menjadi salah satu upaya peningkatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada aspek mahasiswa inbound.

“Semua mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah di SPADA hanya dengan memasukkan nomor induk mahasiswa. Setelah menyelesaikan perkuliahan, mahasiswa dapat memperoleh transkrip dan konversi nilai di kampus asalnya,” jelas Dr. Heni.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Manusia (BSDM), Dini Febriani, S.Psi., M.M. menyampaikan rencana pelatihan optimalisasi LMS yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. BPK telah mengajukan proposal dan materi pelatihan yang saat ini sedang dipelajari oleh Kepala Bagian Pengembangan Dosen dan Tendik, Dr. Bambang Susilo, S.E., M.M. Pelatihan direncanakan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch dengan fokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan optimalisasi penggunaan web kuliah.

 

Menurut Dr. Heni, hasil Audit Mutu Internal (AMI) BPK menunjukkan masih adanya indikator yang belum tercapai secara optimal, khususnya terkait pelatihan pedagogik dosen. Oleh karena itu, BPK didorong untuk memperluas jangkauan pelatihan agar lebih banyak dosen yang berpartisipasi.

Sebagai tindak lanjut, pelatihan perdana akan dijadwalkan mulai 18 Juni 2026. Pelatihan akan dilaksanakan di Ruang Rapat Bersama dengan kapasitas maksimal 10 peserta per batch. Apabila jumlah peserta melebihi kapasitas, kegiatan akan dipindahkan ke Ruang Seminar Selasar Lantai 3. Dalam satu hari akan diselenggarakan dua sesi pelatihan.

Selain membahas LMS dan SPADA, rapat juga menyoroti peluang kerja sama dalam penyelenggaraan sertifikasi dosen tingkat nasional maupun internasional. Dr. Bambang menyampaikan bahwa informasi dan akses terhadap program sertifikasi dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi lintas unit ini, BPK, BSDM, BPSI, dan BPTSI berkomitmen untuk memperkuat transformasi pembelajaran digital di Universitas Nasional serta meningkatkan kualitas layanan akademik yang mendukung pencapaian indikator kinerja institusi.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *