BPK UNAS Selenggarakan Workshop Optimalisasi Web Kuliah (LMS), Dukung Transformasi Pembelajaran Digital

Jakarta, 25 Juni 2026 – Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) Universitas Nasional bekerja sama dengan Biro Administrasi Sumber Daya Manusia (BSDM) menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Web Kuliah (Learning Management System/LMS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital. Kegiatan yang berlangsung di Smart Class Room, Gedung C Lantai 4 Universitas Nasional ini diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas dan dilaksanakan dalam dua sesi untuk memberikan fleksibilitas waktu kepada para peserta.

Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Nasional dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) secara optimal. Dengan penguasaan fitur-fitur LMS yang lebih komprehensif, diharapkan dosen mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan berpusat pada mahasiswa.

Kepala Badan Pengembangan Kurikulum, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom. menyampaikan bahwa pemanfaatan LMS saat ini bukan lagi sekadar media penyimpanan materi kuliah, tetapi telah berkembang menjadi platform utama dalam mendukung implementasi pembelajaran digital, asesmen berbasis Outcome Based Education (OBE), serta monitoring aktivitas belajar mahasiswa.

Pada sesi workshop, narasumber dari Badan Pengembangan Kurikulum yaitu Kepala Bidang Kompetensi Pedagogik Dosen, Febria Anita, S.Si., M.Sc. menyampaikan berbagai materi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh dosen dalam proses pembelajaran. Materi diawali dengan eksplorasi fitur-fitur LMS yang jarang dimanfaatkan namun memiliki fungsi strategis dalam pengelolaan kelas digital, sehingga peserta dapat mengenal berbagai fasilitas yang selama ini belum dimaksimalkan.

Selanjutnya, peserta memperoleh tips dan trik otomatisasi kuis, tugas, serta pengelolaan penilaian, yang bertujuan meningkatkan efisiensi administrasi pembelajaran tanpa mengurangi kualitas evaluasi hasil belajar mahasiswa. Febria Anita juga membagikan best practice dalam merancang kelas digital yang interaktif, mulai dari penyusunan materi, aktivitas pembelajaran, hingga strategi meningkatkan partisipasi mahasiswa melalui berbagai fitur yang tersedia pada LMS.

Sebagai penutup, workshop dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan pendampingan langsung (hands-on), di mana peserta dapat mempraktikkan penggunaan fitur-fitur LMS dengan didampingi oleh tim Badan Pengembangan Kurikulum. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi dosen untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis sekaligus memperoleh solusi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di masing-masing program studi.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *