Badan Pengembangan Kurikulum Gelar Rapat Tinjauan Manajemen Tahun Akademik 2024/2025 Berbasis Risiko untuk Perkuat Budaya Mutu

Jakarta, 13 Juli 2026 – Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) Universitas Nasional menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Berbasis Risiko pada Senin (13/7/2026) pukul 13.30 WIB di Ruang Meeting Badan Pengembangan Kurikulum. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2024/2025 serta implementasi hasil Rapat Tinjauan Manajemen tingkat Universitas yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan Kurikulum, Dr. Heni Jusuf, S.Kom., M.Kom.  bersama Ketua Unit Penjaminan Mutu BPK, Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si. dan dihadiri Kepala Bidang BPK beserta seluruh unsur terkait. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, RTM membahas berbagai aspek penting yang menjadi indikator efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meliputi hasil Audit Mutu Internal beserta temuan audit, hasil umpan balik melalui survei, evaluasi kinerja layanan, status tindak lanjut permintaan tindakan koreksi (PTK), tindak lanjut hasil RTM sebelumnya, perubahan sistem penjaminan mutu, manajemen risiko, hingga usulan peningkatan dan rekomendasi pengembangan unit.

Kepala Badan Pengembangan Kurikulum menyampaikan bahwa RTM merupakan bagian penting dalam siklus PPEPP untuk memastikan seluruh proses akademik dan layanan di lingkungan BPK berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

“Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ini, Badan Pengembangan Kurikulum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian, kendala, serta peluang perbaikan yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan akademik. Pendekatan berbasis risiko menjadi landasan dalam menentukan prioritas pengembangan sehingga setiap program yang dijalankan lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.”

Selain mengevaluasi hasil audit, peserta rapat juga mengidentifikasi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian sasaran mutu BPK serta merumuskan strategi mitigasi yang akan menjadi bagian dari rencana tindak lanjut pada periode berikutnya.

Melalui pelaksanaan RTM berbasis risiko, Badan Pengembangan Kurikulum terus berkomitmen memperkuat budaya mutu, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta mendukung terwujudnya visi Universitas Nasional sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)