Ketua UPM BPK Ikuti Coaching Clinic BPM, Perkuat Kualitas Analisis Monitoring dan Evaluasi Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026

Jakarta, 3 Agustus 2026 – Ketua Unit Penjaminan Mutu (Ka. UPM) Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) Universitas Nasional, Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si. mengikuti coaching clinic yang diselenggarakan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) pada Senin (3/8/2026) di Ruang Meeting Bersama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas penyusunan laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 agar lebih komprehensif, terukur, dan selaras dengan standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Pada kesempatan tersebut, Ka. UPM BPK memperoleh arahan langsung dari Kepala Bidang Evaluasi dan Pengendalian Mutu BPM, Kiki Buhori, S.Kom., M.Kom. Ia menegaskan bahwa laporan monitoring dan evaluasi tidak hanya menyajikan data kuantitatif, tetapi juga harus dilengkapi dengan analisis yang mampu menggambarkan kondisi aktual, tingkat pencapaian, kesesuaian terhadap standar, serta langkah-langkah peningkatan mutu yang akan dilakukan.

Kiki Buhori menjelaskan bahwa setiap indikator dalam laporan Monev perlu memuat empat komponen utama. Pertama, analisis terhadap data yang tersedia sehingga dapat diketahui kondisi riil pada setiap indikator. Kedua, capaian Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, baik dalam bentuk persentase maupun jumlah, sehingga perkembangan kinerja dapat diukur secara objektif. Ketiga, perbandingan antara capaian dengan standar atau ketentuan yang berlaku sebagai dasar untuk menilai tingkat pemenuhan target mutu. Keempat, rencana peningkatan yang memuat berbagai tindak lanjut, seperti sosialisasi, pendampingan, maupun kegiatan penguatan lainnya untuk mendukung pencapaian indikator pada periode berikutnya.

Menurut Kiki Buhori, penyusunan analisis yang sistematis akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai efektivitas pelaksanaan program sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based decision making). Dengan demikian, laporan monitoring dan evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Nasional.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ka. UPM BPK segera melakukan penyempurnaan laporan Monitoring dan Evaluasi Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 melalui penyusunan analisis yang lebih komprehensif serta melengkapi berbagai dokumen pendukung sebagai bukti implementasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penyempurnaan tersebut diwujudkan dengan menyusun sejumlah laporan Best Practice Badan Pengembangan Kurikulum yang mendokumentasikan berbagai program strategis, di antaranya Penyamaan Persepsi RPS menuju Implementasi Outcome Based Education (OBE), Review dan Revisi RPS Semester Ganjil 2025/2026, Rapat Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2025/2026, Pendampingan Implementasi Kurikulum OBE bagi Dosen, Pendampingan Penyusunan Dokumen Kurikulum Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3), Pelatihan Pedagogik Dosen, serta Bimbingan Kegiatan MBKM Kampus Berdampak.

Selain menyusun dokumentasi praktik baik, BPK juga melengkapi laporan Monev dengan berbagai dokumen pendukung mengenai tata kelola organisasi. Dokumen tersebut memuat implementasi struktur organisasi dan tata kerja yang berjalan secara konsisten, penerapan prinsip Good Governance yang meliputi kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan keadilan, pelaksanaan enam fungsi manajemen yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penempatan personel, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan, serta pelaporan sebagai dasar tindak lanjut. Tidak hanya itu, laporan juga memperlihatkan bukti implementasi kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik, serta penerapan manajemen kinerja yang berorientasi pada perencanaan strategis, evaluasi, analisis perbaikan, inovasi, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Seluruh dokumen tersebut disusun sebagai bukti objektif atas pelaksanaan program kerja Badan Pengembangan Kurikulum sekaligus memperkuat analisis Monitoring dan Evaluasi Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Dengan adanya dukungan bukti praktik baik dan tata kelola yang terdokumentasi secara sistematis, laporan Monev BPK tidak hanya menggambarkan capaian kinerja melalui data kuantitatif, tetapi juga menunjukkan proses implementasi, inovasi, serta dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Melalui tindak lanjut ini, hasil coaching clinic tidak berhenti pada peningkatan pemahaman mengenai penyusunan laporan monitoring dan evaluasi, tetapi berhasil diimplementasikan secara nyata dalam bentuk penguatan dokumen, bukti kinerja, dan praktik baik yang mendukung pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Badan Pengembangan Kurikulum Universitas Nasional untuk terus membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola akademik, serta mendukung terwujudnya penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.

(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *