
Jakarta, 27 Oktober 2026 — Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) dan Badan Teknologi Informasi dan Digital (BTID) Universitas Nasional berpartisipasi dalam kegiatan Google Digital Ecosystem yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bekerja sama dengan Google for Education pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Kantor Google Indonesia, Pacific Century Place Tower, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta integrasi teknologi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Universitas Nasional diwakili oleh Kepala Bidang Kompetensi Pedagogik Dosen BPK, Febria Anita, S.Si., M.Sc., dan Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) BPK, Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Badan Teknologi Informasi dan Digital (BTID) Universitas Nasional, yaitu Devfi Ibrahim Chadafi, S.Kom., M.Kom., selaku Kepala Bidang Layanan TI, Tata Kelola, dan Dukungan Pengguna, serta Mulki Muhammad Zidane, S.Kom.
AI dan Ekosistem Digital untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Salah satu agenda utama kegiatan adalah pembahasan pemanfaatan AI dalam pendidikan, termasuk teknologi Gemini AI dan Google Workspace for Education. Materi ini memperkenalkan berbagai peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung produktivitas dosen, penyusunan materi pembelajaran, pengembangan presentasi, kolaborasi akademik, serta pengelolaan aktivitas pendidikan.

Dalam paparannya, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan perguruan tinggi. Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perlu terintegrasi dengan tata kelola pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, dan penguatan budaya akademik.

Materi mengenai Google AI Learning Lab juga memperkenalkan potensi kolaborasi pemanfaatan AI dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, diperkenalkan pula program pengembangan kompetensi AI bagi dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Relevansi bagi Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE
Bagi BPK Universitas Nasional, kegiatan ini relevan dengan upaya pengembangan kompetensi pedagogik dosen dan penguatan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran perlu direncanakan secara terarah agar mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, BPK memperoleh referensi untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi dosen dalam memanfaatkan teknologi digital, merancang program pelatihan pedagogik yang relevan, serta mengeksplorasi inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Bagi Unit Penjaminan Mutu, wawasan yang diperoleh juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi efektivitas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, termasuk aspek integritas akademik, keamanan data, dan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Penguatan Keamanan Digital dan Tata Kelola Teknologi

Selain membahas AI dalam pendidikan, kegiatan ini menghadirkan sesi mengenai Google Chrome Enterprise Premium yang disampaikan oleh Nanda Noviza, Solution Engineer Google for Education untuk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Sesi tersebut membahas pengelolaan lingkungan digital serta pentingnya keamanan akses terhadap aplikasi dan data institusi.

Kegiatan dilanjutkan dengan Product Workshop oleh Kristiyanto, Customer Success Manager Google for Education, yang memperkenalkan demonstrasi produk dan potensi pemanfaatan Google Workspace serta Gemini untuk mendukung produktivitas dan aktivitas pembelajaran. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai ekosistem ASUS-Google.
Materi tersebut memberikan perspektif bagi BPK dan BTID dalam mengidentifikasi peluang pemanfaatan teknologi digital sesuai kebutuhan universitas, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kebijakan institusi, keamanan informasi, dan perlindungan data.
Menindaklanjuti Peluang Inovasi Pembelajaran
Keikutsertaan BPK Universitas Nasional dalam kegiatan Google Digital Ecosystem diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan program peningkatan kompetensi pedagogik dosen, penguatan implementasi kurikulum OBE, serta evaluasi mutu pembelajaran.
Sebagai tindak lanjut, BPK dapat mengkaji kebutuhan pelatihan dosen terkait pemanfaatan AI, mengidentifikasi peluang integrasi teknologi digital dalam pembelajaran berbasis capaian, serta mempertimbangkan indikator evaluasi mutu yang relevan. Koordinasi dengan BTID dan unit terkait juga diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat direncanakan secara tepat dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BPK Universitas Nasional terus memperluas referensi pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
(Penulis: Dr. (C) Fitria Hidayanti, S.Si., M.Si.)